Selasa, 02 April 2013

Tugas Portofolio 3


ABSTRAK

Febryanti Titis Utami.2013. Membaca ekstensif dan Intensif. Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Dosen Pengampu M. Fakhrur Saifudin

Kata Kunci : Membaca Ekstensif (membaca survey, membaca sekilas, membaca dangkal), Membaca Intensif (membaca teliti, membaca pemahaman, membaca kritis, membaca ide )


Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kepada pembaca tentang pengertian membaca ekstensif dan membaca intensif serta meningkatkan keterampilan membaca dan memberikan informasi tentang macam-macam membaca intensif dan ekstensif.
            Pengumpulan data ini menggunakan metode membagikan makalah kepada peserta dengan memfotocopy makalah tersebut sehingga setiap peserta atau per orang mendapatkan satu makalah dan mengajukan pertanyaan kepada pemakalah. Dan pemakalah akan menjawab pertanyaan apa yang di ajukan atau apa yang dipertanyakan.
            Hasil penelitian ini dikemukakan beberapa macam tentang macam membaca ekstensif dan membaca intensif , maksud dan tujuan dari macam-macam membaca ekstensif dan intensif. dan di jelaskan pengertian menurut para tokoh serta contoh-contoh dan penjelasan-penjelasan lainya

Rabu, 13 Maret 2013

Sinopsis buku Kajian Budaya Jawa




Di Negara yang kaya akan kebudayaan ini seakan telah mengalami degradasi nilai budaya yang pada masyarakat masih berpegang pada nilai – nilai budaya tradisi menuju masyarakat modern. Negeri yang terdiri dari jajaran pulau – pulau dengan beribu ragam budaya ini, yang bersemboyan bhineka tunggal ika setidaknya berbagai kekayaan budaya harus dipelihara dan dikembangkan. Tak sedikit ancaman yang mengoyak nilai – nilai kebudayaan yang seutuhnya itu menjadi tercerai berai namun ancaman apapun selama bangsa tersebut memiliki “Kepribadian yang kuat” yaitu kebudayaan maka kekokohan bangsa itu berdiri secara nyata berakar dalam keanekaragaman budaya, gaya, dan pandangan hidup komunitas – komunitasnya.
Kebudayaan menjadi milik manusia melalui proses belajar dan diajarkan kepada anggotanya melalui proses akulturasi, enkulturasi, dan proses sosialisasi. Maka dari itu kebudayaan dikembangkan manusia untuk mekanismu pengendalian kehiduan berupa rencana – rencana dan program untuk mengatur hidup. Dalam nilai – nilai kebudayaan Jawa terjadi pengembangan, pengurangan dan penambahan yang kemungkinan pasang surut makna kehidupannya. Wujud kebudayaan itu diantaranya mantyfact (tulisan/karangan), socibfact (sosial), dan artifact (fisik).
Berbicara tentang budaya Jawa tidak lepas dengan Bahasa dan Sastra Jawa. Bahasa Jawa merupakan bahasa yang mengenal adanya tingkat tutur (speech levels) atau undha usuk atau unggah ungguh basa. Tingkat tutur ini merupakan variasi berbahasa yang perbedaannya ditentukan oleh anggapan penutur (Orang I) dan relasinya terhadap orang yang diajak berbicara (Orang II). Unggah – ungguh Bahasa Jawa akhir – akhir ini terlihat gejala semakin mundurnya penguasaan unggah – ungguh  atau tingkat tuturnya, terbukti kurang dikuasainya secara baik dan benar bahasa Jawa ragam karma oleh sebagian besar masyarakat Jawa terlebih di kalangan generasi muda (termasuk juga calon generasi muda yang sekarang masih duduk di bangku sekolah TK, SD maupun SMP). Padahal bisa dikatakan generasi muda adalah calon penerus bangsa dan kelangsungan hidup setiap institusi kehidupan.
Dalam buku ini mengupas tuntas permasalahan keruntuhan budaya Jawa yang sepatutnya budaya Jawa yang penuh kearifan sosial dan ajaran moral ini perlu dilestarikan dan dikembangkan dalam era global. Sehingga buku ini  penting untuk dimiliki oleh para pecinta, pengamat, pelestari dan pengembang budaya Jawa.